
Festival Literasi Tawadhu’ Guru di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Meriah dan Inspiratif
Malang, 01 Agustus 2025 — Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh menjadi saksi kemeriahan Festival Literasi Tawadhu’ Guru yang digelar pada Jumat (01/8/2025). Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore ini menjadi ajang silaturahmi, kreativitas, dan peningkatan budaya literasi baik bagi siswa maupun guru.

Sesi Pagi: Kreativitas Siswa Berkarya
Sejak pukul 08.00 WIB, para siswa antusias mengikuti registrasi peserta. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama yang memberikan sambutan hangat sekaligus motivasi agar generasi muda terus mengembangkan budaya literasi.Selanjutnya, siswa mengikuti Kelas Literasi yang membekali mereka keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis. Kegiatan dilanjutkan dengan Lomba Menulis Esai, di mana para peserta menuangkan ide mereka di atas kertas yang telah disediakan panitia.
Di waktu yang bersamaan, Bazar Buku Karya Guru dan Siswa berlangsung meriah hingga pukul 11.30 WIB. Bazar ini menampilkan karya-karya inspiratif hasil kreativitas warga madrasah. Setelah itu, seluruh peserta beristirahat untuk ISHOMA sebelum memasuki sesi berikutnya.
Sesi Siang: Inspirasi untuk Guru dan Masyarakat
Pukul 12.30 WIB, giliran peserta umum dan guru melakukan registrasi untuk mengikuti rangkaian acara siang. Sesi dimulai dengan Penyerahan Hadiah bagi pemenang lomba literasi, disusul Launching Buku karya guru yang menjadi kebanggaan bersama.Tak kalah menarik, beberapa guru memberikan testimoni tentang pengalaman mereka dalam berkarya dan menulis. Suasana semakin semarak saat memasuki Talk Show dan Workshop Menulis Esai, yang dipandu narasumber berpengalaman di bidang literasi.Pada pukul 15.00 WIB, para peserta mendapatkan kesempatan untuk langsung mempraktikkan keterampilan menulis yang dipandu oleh tutor. Kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan atas momen berharga ini.
Menumbuhkan Budaya Literasi
Festival ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk menumbuhkan minat baca, semangat menulis, serta menguatkan sinergi antara guru, siswa, dan masyarakat. Dengan semangat tawadhu’ yang diusung, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibagikan dengan penuh kerendahan hati.




