
Refleksi Pengelolaan Pondok: Antara Orientasi Jamaah dan Santri
bahrulmaghfirohmalang.or.id – Dalam kesempatan evaluasi dan refleksi keberlangsungan Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh, Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS. IPU., menyampaikan sejumlah catatan strategis terkait dinamika pengelolaan pondok dari masa ke masa. Ia menyoroti adanya dua orientasi utama yang berkembang dalam sistem pengelolaan pondok, yakni orientasi berbasis jamaah dan orientasi berbasis santri-jamaah.
Menurut Prof. Bisri, saat ini pengelolaan pondok cenderung lebih banyak berpihak pada orientasi jamaah. Hal ini tercermin dari banyaknya kegiatan yang lebih mengakomodasi kebutuhan eksternal (jamaah), dibandingkan dengan program yang fokus pada pendidikan dan pengembangan santri.
“Saya melihat perubahan yang cukup signifikan dari dulu hingga sekarang. Struktur sudah lebih tertib, namun orientasi pengelolaan masih dominan pada jamaah. Padahal, pondok ini juga harus terus hidup dan berkembang secara mandiri,” ungkap Prof. Bisri.
Ia mengingatkan bahwa pondok yang terlalu bergantung pada jamaah berisiko kehilangan arah ketika pengasuh utama wafat. Sebab, tidak ada jaminan bahwa jamaah akan tetap setia atau hadir seperti sebelumnya.
Lebih lanjut, Prof. Bisri menjabarkan dua kendala utama dari sistem pondok berbasis jamaah:
- Kurangnya fokus dalam pendidikan dan pengembangan santri, karena kegiatan lebih banyak diarahkan keluar (untuk jamaah).
- Ekonomi pondok yang kurang sehat, karena sangat bergantung pada sumbangan jamaah yang tidak selalu stabil.
Ia menegaskan bahwa orientasi pendidikan pesantren harus dikembalikan pada tujuan utama, yakni mencetak generasi santri yang unggul dalam ilmu, akhlak, dan kemandirian. “Kita berharap pondok ini bisa terus hidup sampai yaumil qiyamah. Maka orientasi ke dalam, terutama pada santri, harus diperkuat,” tegasnya.
Catatan reflektif ini diharapkan menjadi bahan perbaikan bersama untuk menciptakan sistem pengelolaan pondok yang seimbang, berkelanjutan, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.



