
Etika Merawat Lingkungan
bahrulmaghfiroh.or.id – Islam sebagai agama yang paripurna tentu memberikan panduan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola kekayaan alam. Dalam Surat An-Nahl ayat 13, Allah berfirman:
وَمَا ذَرَاَ لَكُمْ فِى الْاَرْضِ مُخْتَلِفًا اَلْوَانُهٗ ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّذَّكَّرُوْنَ
Artinya; “(Dia juga mengendalikan) apa yang Dia ciptakan untukmu di bumi ini dengan berbagai jenis dan macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran.”
Imam Al-Qurthubi, menjelaskan bahwa kata “alwānuhu” dalam ayat tersebut tidak hanya berarti warna secara harfiah. Ia menafsirkan kata ini meliputi bentuk, jenis, dan rupa dari seluruh ciptaan: hewan, tumbuhan, bebatuan, bahkan benda-benda mati yang ada di dalam bumi seperti logam, mineral, dan batu bara. Semua itu merupakan bagian dari kekayaan bumi yang boleh dimanfaatkan oleh manusia.
Al-Qur’an memakai kata lakum, ”untuk kalian”, untuk menegaskan bahwa semua itu ditundukkan bagi manusia. Namun, kata “untuk” di sini tidak berarti bebas seenaknya. Ia menuntut tanggung jawab. Dengan kata lain, tambang pun termasuk bagian dari ayat ini. Ia adalah “warna” bumi yang ditata oleh Allah SWT dalam lapisan-lapisan tanah dan bebatuan. Maka ketika manusia menggali tambang, sesungguhnya ia sedang berinteraksi langsung dengan salah satu bukti kekuasaan Allah SWT.
Lebih jauh lagi, dalam tafsirnya, Al-Qurthubi menegaskan bahwa keberagaman warna dan bentuk ciptaan Allah adalah tanda kekuasaan-Nya. Perbedaan warna pada binatang, pepohonan, batu-batu, dan mineral bukanlah kebetulan. Itu semua adalah bukti bahwa alam semesta ini tidak berdiri sendiri, tapi ditata oleh Zat Yang Maha Esa.
Dan manusia diminta untuk merenunginya, bukan sekadar menikmatinya. Maka, saat kita membicarakan tambang, logam, dan sumber daya alam lainnya, jangan lupa bahwa semua itu adalah bagian dari “warna-warni” ciptaan Tuhan. Ia bukan semata-mata sumber ekonomi, tapi juga tanda-tanda kebesaran-Nya.
Bahwa seluruh ciptaan Allah di bumi, yang berbeda warna dan bentuknya, diciptakan untuk manusia. Islam mendukung pemanfaatan sumber daya alam selama dilakukan dengan etika tanggung jawab, menjaga lingkungan, dan mengutamakan kemaslahatan publik. Dengan pemahaman yang tepat, ayat ini menjadi dasar teologis sekaligus inspirasi untuk membangun ekosistem yang adil, berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi seluruh umat manusia.



